Permasalahan Tata letak fasilitas atau biasa
disebut dengan Facility layout Problem (FLP), merupakan
permasalahan penempatan fasilitas didalam suatu area. Fasilitas adalah
suatu elemen yang memberikan manfaat pada pekerjaan, seperti; departemen,
mesin, gudang, manufacturing cell, dll (Heragu, 2008). Menurut Meller
(2006) Fasilitas merupakan elemen yang diperlukan dalam kegiatan produksi,
sehingga tidak hanya berupa peralatan manufaktur yang bisa dikatakan fasilitas
tetapi juga termasuk sistem pelayanan, rumah sakit, sekolah, bandara, gudang,
dll (Singh dan Sharma, 2006). Menurut Wignjosoebroto (1991) tata letak
fasilitas didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik
pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut
mempetimbangkan luas area yang akan ditempati, sistem material
handling, rentang waktu penggunaan lantai produksi, dsb. Koopman dan
Backman (1957) mengklasifikasikan tata letak sebagai suatu permasalahan umum
dalam dunia industri dengan tujuan menata fasilitas sehingga bisa meminimasi
biaya perpindahan material. Shayan dan Chittilappilly (2004) mendafinisikan
tata letak fasilitas sebagai problem optimasi yang mencoba membuat tata
letak lebih efisien dengan mempertimbangkan interaksi antara fasilitas dan material
handling.
Pada
umumnya tata letak fasilitas yang baik akan memberikan efisiensi dan dalam
beberapa kasus akan menjaga kelangsungan hidup atau kesuksesan kerja dari suatu
perusahaan. Peralatan produksi yang mahal harganya dan secanggih apapun tidak
akan berpengaruh banyak pada proses produksi jika tidak didukung dengan tata
letak yang bagus. Penataan fasilitas yang bagus akan bermanfaat pada efisiensi
produksi (Kouvelis dkk, 1992) karena hal ini berdampak langsung pada biya
produksi, lead time, Work in process dan produktivitas.
Kira-kira 20%-50% dari biaya produksi digunakan untuk biaya material
handling, padahal sebenarnya hal ini bisa dikurangi 10%-30 % jika
menggunkan model yang efisien (Francis dan White, 1974).
Tujuan
dari FLP adalah untuk mendapatkan susunan fasilitas yang efektif dengan
mempertimbangkan berbagai batasan yanga ada. Secara umum fungsi tujuannya
adalah untuk meminimasi biaya material handling pada lantai produksi,
tetapi juga bisa diubah menjadi fungsi memaksimalkan utilitas ruang,
fleksibelitas, kenyamanan dan keamana pekerja (Muther, 1955). Beberapa tujuan
lain dari FLP menurut Muller (1996) adalah:
- Memiliki aliran material yang seimbang untuk mengurangi bottleneck dalam produksi
- Mengurangi jarak perpindahan material
- Menggunakan ruang secara efektif
- Meningkatkan kepuasan dan keamanan pekerja
- Memperoleh fleksibilitas sehingga dapat dengan mudah diatur ulang untuk perubahan kondisi
Selain
itu, tata letak fasilitas yang bagus juga bisa mempermudah dalam proses
supervisi serta kemungkinan menghadapi rencana perluasan pabrik
(Wignjosoebroto, 1991). Secara garis besar tujuan utama dari tata letak fasilitas
adalah mengatur fasilitas sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Gambar Karakteristik tata letak fasilitas (Drira dkk, 2007)
========================================================================
========================================================================
- Heragu , S.S. (2008), Facilities Design, 3rd edition, CRC Press, New York
- Meller, R.D.; Chen, W. dan Sherali, H.D.(2007), “Applying the Sequence Pair Representation to Optimal Facility Layout Problems”, Operations Research Letters, Vol. 35, N. 5, pp. 651-659
- Singh, S.P. and Sharma, R.R.K.(2006), “A Review of Different Approaches to the Facility Layout Problems, International Journal of Advanced Manufacturing Technology, Vol. 30, pp. 425–433
- Wignjosubroto, S. (1991), Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, Guna Widya, Jakarta
- Koopmans, T.C. dan Beckmann, Y-D.(1957), “Assignment Problems And The Location Of Economic Activities”, Econometrica. Vol. 25, N. 1, pp. 53-76
- Kouvelis, P.; Kurawarwala, A.A. dan Gutiérrez, G.J.(1992), “Algorithms for Robust Single and Multiple Period Layout Planning for Manufacturing Systems, European Journal of Production Research, Vol. 63, pp. 287-303
- Francis R.L. dan White, J. A.(1974), “Facility Layout And Location: An Analytical Approach”,, Prentice Hall, Englewood Cliffs, NJ
- Muther, R.(1955) Practical Plant Layout. McGraw-Hill. New York
- Drira, A., Pierreval, H. dan Gabouj, S.H., (2007), “Facility Layout Problem: A Survey”, Annual Review in Control, Vol.31, 255-267
Tidak ada komentar:
Posting Komentar